Tugas Mikrobiologi
TUGAS MIKROBIOLOGI
1.
Jelaskan
definisi dibawah ini dan beri contoh
a.
Parasit temporer atau parasit non
periodis (non berkala) yaitu parasit yang mengunjungi inangnya pada waktu
berselang, sehingga parasit-parasit tersebut tidak menetap pada inangnya.
Istilah “non” disini harus dibedakan dengan istilah “tidak”. Tidak berkala atau
tidak periodis itu berarti datangnya pada inang hanya pada saat lapar, saatnya
sama sekali tidak tertentu. Non-berkala itu berarti saat-saat datangnya itu
tertentu dalam ketidak tentuan. Arti temporer itu ialah bahwa sebagian besar
waktu siklus hidupnyatidak berkontak dengan inang, dan umumnya kunjugan pada
hospes pada saat untuk makan, adalah pendek saja. Parasit-parasit temporer itu
semuanya adalah serangga, terutama insekta (contoh pinjal) dan Arahnida (contoh
caplak).
b.
Parasit Obligat yaitu parasit yang untuk kelangsungan hidupnya dan untuk kelansungan
eksistensi jenisnya mutlak memerlukan adanya organisme lain sebagai inang.
Semua organisme patogen baik bakteri, virus, richkettsiales, protozoa maupun
metazoa adalah parasit obligat. Parasit obligat tidak mampu hidup tanpa
bantuan makanan dari organisme lain jenis.
c.
Hospes Definitif, yaitu hospes dimana
parasit didalamnya berkembang biak secara seksual.
d.
Vektor biologis yaitu dimana agen
penyakit harus mengalami perkembangan ke stadium lebih lanjut. Bila tidak ada
vektor maka agen penyakit kemungkinan akan mati. Contoh yang paling mudah adalah
schistosomiasis, penyakit akibat cacing Schistosoma
japonicum. Larva(miracidium)
masuk ke dalam tubuh siput,berkembang menjadi sporocyst dan selanjutnya menjadi
redia, kemudian menjadi cercaria yang akan
keluar dari tubuh siput, aktif mencari definif host, melalui kulit dimana akan
terjadi dermatitis.
2.
Jelaskan
siklus hidup Entamoeba hystolitika
Siklus hidup dimulai dari manusia menelan makanan/minuman yang
terkontaminasi oleh parasit tersebut, di lambung parasit tersebut tercerna,
tinggal bentuk kista yang berinti empat (kista masak) yang tahan terhadap asam
lambung masuk ke usus. Disini karena pengaruh enzym usus yang bersifat netral
dan sedikit alkalis, dinding kista mulai melunak, ketika kista mencapai bagian
bawah ileum atau caecum terjadi excystasi menjadi empat amoebulae. Amoebulae
tersebut bergerak aktif, menginvasi jaringan dan membuat lesi di usus besar
kemudian tumbuh menjadi trophozoit dan mengadakan multiplikasi disitu, proses
ini terutama terjadi di caecum dan sigmoidorectal yang menjadi tempat
habitatnya. Dalam pertumbuhannya amoeba ini mengeluarkan enzym proteolytic yang
melisiskan jaringan disekitarnya kemudian jaringan yang mati tersebut
diabsorpsi dan dijadikan makanan oleh amoeba tersebut. Amoeba yang menginvasi
jaringan menjalar dari jaringan yang mati ke jaringan yang sehat, dengan jalan
ini amoeba dapat memperluas dan memperdalam lesi yang ditimbulkannya, kemudian
menyebar melalui cara percontinuitatum, hematogen ataupun lymphogen mengadakan
metastase ke organ-organ lain dan menimbulkan amoebiasis di organ-organ
tersebut. Metastase tersering adalah di hepar terutama lewat hematogen.
Setelah beberapa waktu oleh karena beberapa keadaan, kekuatan invasi dari
parasit menurun juga dengan meningkatnya pertahanan dan toleransi dari host
maka lesi mulai mengadakan perbaikan. Untuk meneruskan kelangsungan hidupnya
mereka lalu mengadakan encystasi, membentuk kista yang
mula-mula berinti satu, membelah menjadi dua, akhirnya menjadi berinti empat
kemudian dikeluarkan bersama-sama tinja untuk membuat siklus hidup baru bila
kista tersebut tertelan oleh manusia.
Parasit ini mengalami
fase pre dan meta dalam daur hidupnya yaitu:
Trophozoit — Precyste — Cyste —Metacyste —– Metacyste Trophozoit.
Trophozoit yang mengandung beberapa nukleus (uni nucleate trophozoit)
kadang tinggal di bagian bawah usus halus, tetapi lebih sering berada di colon
dan rectum dari orang atau monyet serta melekat pada mukosa. Hewan mamalia lain
seperti anjing dan kucing juga dapat terinfeksi. Trophozoit yang motil
berukuran 18-30 um bersifat monopodial (satu pseudopodia besar). Cytoplasma
yang terdiri dari endoplasma dan ektoplasma, berisi vakuola makanan termasuk
erytrocyt, leucocyte, sel epithel dari hospes dan bakteria. Di dalam usus
trophozoit membelah diri secara asexual. Trophozoit menyusup masuk ke dalam
mukosa usus besar di antara sel epithel sambil mensekresi enzim proteolytik. Di
dalam dinding usus tersebut trophozoit terbawa aliran darah menuju hati, paru,
otak dan organ lain. Hati adalah organ yang paling sering diserang selain usus.
Di dalam hati trophozoit memakan sel parenkim hati sehingga menyebabkan
kerusakan hati. Invasi amoeba selain dalam jaringan usus disebut amoebiasis
sekunder atau ekstra intestinal. Trophozoit dalam intestinal akan berubah
bentuk menjadi precystic. Bentuknya akan mengecil dan berbentuk spheric dengan
ukuran 3,5-20 um. Bentuk cyste yang matang mengandung kromatoid untuk menyimpan
unsur nutrisi glycogen yang digunakan sebagai sumber energi. Cyste ini adalah
bentuk inaktif yang akan keluar melalui feses.
Cyste sangat tahan terhadap bahan kimia tertentu. Cyste dalam air akan
bertahan sampai 1 bulan, sedangkan dalam feses yang mengering dapat bertahan
sampai 12 hari. Bila air minum atau makanan terkontaminasi oleh cyste E.
histolytica, cyste akan masuk melalui saluran pencernaan menuju ileum dan
terjadi excystasi, dinding cyste robek dan keluar amoeba “multinucleus
metacystic” yang langsung membelah diri menjadi 8 uninucleat trophozoit muda
disebut “amoebulae”. Amoebulae bergerak ke usus besar, makan dan tumbuh dan
membelah diri asexual. Multiplikasi (perbanyakan diri) dari spesies ini terjadi
dua kali dalam masa hidupnya yaitu: membelah diri dengan “binary fission” dalam
usus pada fase trophozoit dan pembelahan nukleus yang diikuti dengan
cytokinesis dalam cyste pada fase metacystic.
3.
a. Filum Rhizopoda (Sarcodina)
Rhizopoda bergerak menggunakan kaki
semu atau pseudopodia. Pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk menangkap
mangsa. Kaki semu tersebut merupakan penjuluran protoplasma sel. Habitatnya di
air tawar atau air laut, di tempat basah atau hidup parasit dalam tubuh hewan dan
manusia.
Rhizopoda yang mudah diamati adalah
Amoeba. Bentuk tubuh Amoeba tidak tetap. Bagian luar tubuhnya terdapat membran
sel yang berfungsi sebagai pelindung isi sel, pengatur pertukaran zat atau gas,
penerima rangsang kimia dari lingkungan, dan sebagai alat gerak dengan cara
membentuk pseudopodia. Bagian dalam tubuh Amoeba terdapat sitoplasma.
Sitoplasma padaAmoeba dapat dibedakan menjadi dua,
ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam). Reproduksi aseksualnya
dengan cara membelah diri.
Amoeba bergerak menggunakan pseudopodia.
Selain untuk bergerak, pseudopodia digunakan untuk menangkap makanan. Setelah
menangkap makanan, pseudopodia membentuk rongga makanan. Rongga makanan
tersebut kemudian beredar di dalam sitoplasma. Pada saat itu, makanan dicerna
dan sari makanan masuk dalam sitoplasma.
Ada dua jenis Amoeba berdasarkan tempat hidupnya, Ektoamoeba dan Entamoeba.
1) Ektoamoeba
Ektoamoeba hidup di luar tubuh
organisme lain (hidup bebas). Contoh Amoeba proteus (hidup
di tanah lembap), Difflugia (hidup
di air tawar), dan Globigerina (hidup
di air laut).
2) Entamoeba
Entamoeba hidup di dalam tubuh organisme lain. Contoh
Entamoeba sebagai berikut.
a) Entamoeba histolytica
Organisme ini hidup di dalam usus
besar manusia dan bersifat parasit. Entamoeba histolyticamasuk ke dalam tubuh
manusia melalui minuman atau makanan dan mengakibatkan penyakit diare yang
disebut juga penyakit amebiasis. Apabila tidak diobati, kista Amoebadapat
mencapai hati dan tinggal di dalamnya. Dalam jangka waktu lama kista tersebut dapat
menyerang organ hati.
b) Entamoeba coli
Entamoeba coli hidup dalam
tubuh manusia dan tidak bersifat parasit.
c) Entamoeba gingivalis
Entamoeba gingivalis hidup dalam rongga mulut. Organisme
ini menguraikan sisa makanan dalam rongga mulut. Organisme ini dapat
mengakibatkan peradangan dalam rongga mulut yang disebut gingivitis.
b. Filum Actinopoda
Actinopoda mempunyai pseudopodia ramping dan menyebar
yang disebut axopodia. Tubuhnya berbentuk bola. Contoh Actinopoda
1) Heliozoa, tidak bercangkang dan hidup di air tawar.
2) Radiozoa, bercangkang dari bahan silika dan hidup di air laut.
Cangkangnya sering dimanfaatkan sebagai bahan pembentuk gelas, bahan penggosok, dan bahan peledak.
c. Filum Foraminifera
Foraminifera memiliki cagkang yang
terdiri dari zat kapur dan silika. Cangkang Foraminifera berwarna cerah dan
pada permukaannya terdapat lubang-lubang kecil. Gerakan organisme ini sangat
lambat. Hidupnya di laut dan menempel di bebatuan atau sebagai plankton. Contoh
Foraminifera adalahPolistomella dan Globigerina.
Cangkang Foraminifera digunakan
untuk menunjukkan sumber minyak. Selain itu, Foraminifera juga digunakan untuk
menentukan umur relatif lapisan-lapisan batuan sedimen laut. Hal ini
dikarenakan cangkang Foraminifera ditemukan di semua lapisan batuan.
Rangka Foraminifera yang telah mati akan mengendap di dasar laut dan dalam
waktu yang lama akan hancur menjadi tanah globigerina.
Berikut ini adalah contoh cangkang Foraminifera yang sudah mengeras menjadi kerak pembentuk tanah Globigerina.
Berikut ini adalah contoh cangkang Foraminifera yang sudah mengeras menjadi kerak pembentuk tanah Globigerina.
d. Filum Zooflagellata (Zoomastigophora)
Zooflagellata mempunyai alat gerak
berupa bulu cambuk (flagela). Habitatnya di air tawar atau air laut dan tempat
basah atau parasit dalam tubuh hewan dan manusia. Kebanyakan Zooflagellata
hidup soliter, tetapi ada yang berkoloni. Ada Zooflagellata yang hidup
bersimbiosis dan ada yang hidup sebagai parasit dalam tubuh hewan atau manusia.
Contoh Zooflagellata yang hidup bersimbiosis, yaitu Trichonympha dan Myxotricha
yang hidup di dalam usus rayap. Spesies ini menghasilkan enzim selulase yang
berguna untuk mencerna selulosa dalam kayu yang dimakan rayap. Contoh
Zooflagellata yang bersifat parasit dan dapat mengakibatkan penyakit sebagai
berikut.
1)
Trypanosoma gambiense dan T. rhodosiensi, mengakibatkan penyakit tidur pada
manusia. Hospes intermediatnya,
yaitu lalat tse-tse (Glossina palpalis).
2) 2) Trypanosoma evansi,
penyebab penyakit sura pada hewan ternak. Hospes intermediatnya lalat tabanus.
3)
3) Trypanosoma cruzi, hidup dalam darah manusia dan dapat
mengakibatkan anemia.
4) Leishmania donovani, penyebab penyakit kala-azar.
5) Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit.
6)
Trichomonas vaginalis,
parasit pada alat kelamin wanita yang mengakibatkan peradangan
vagina.Peradangan ini ditandai oleh keluarnya cairan dari vagina disertai rasa
gatal pada alat kelamin.
e. Filum Ciliata (Ciliophora)
Contoh Cilliata : Paramecium caudatum (sering
disebut protozoa sendal)
Ciliata merupakan Protista bersel
satu yang seluruh permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut atau bulu getar (silia)
yang berjumlah banyak. Beberapa Ciliata mempunyai silia yang mengelompok di
bagian tertentu di tubuhnya. Silia berfungsi untuk bergerak dan memasukkan
makanan ke dalam sitostoma.
Makanan dari sitostoma kemudian masuk
ke sitofaring (kerongkongan sel). Setelah penuh, makanan kemudian masuk ke
sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.
Sel Ciliata mempunyai dua inti, yaitu
makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar daripada
mikronukleus. Makronukleus berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan.
Mikronukleus berfungsi pada proses reproduksi.
Ciliata mempunyai bentuk tubuh yang
tetap, tidak berubah dengan bentuk dasar oval. Habitatnya di daerah yang mengandung banyak bahan
organik dan ada yang hidup sebagai parasit. Beberapa contoh Ciliata sebagai
berikut.
1) Vorticella, mempunyai bentuk seperti lonceng, tangkai
memanjang yang melekat pada dasar dengan silia di sekeliling mulutnya.
2)
Didinium, hidup di
perairan dan merupakan predator Paramecium.
3)
Stentor, banyak
hidup di sawah atau air menggenang yang mengandung banyak bahan
organik.Organisme ini berbentuk seperti terompet dengan bagian mulut
dikelilingi silia dan bagian tangkainya melekat
pada dasar.
4)
Nyctoterus ovalis,
merupakan organisme bersel satu yang hidup di dalam usus kecoak. Organisme ini berbentuk oval dan dapat bergerak
karena pada permukaan tubuhnya terdapat silia. Bentuk organisme ini mirip Paramecium.
5) Paramecium caudatum berbentuk
seperti sandal. Silia Paramecium caudatum terdapat di seluruh permukaan tubuhnya.
6)
Balantidium coli,
sebagai parasit dalam tubuh manusia dan hewan ternak, hidup dalam usus besar dan dapat mengakibatkan diare.
f. Filum Sporozoa (Apicomplexa)
Semua anggota filum Sporozoa bersifat
parasit dan tidak mempunyai alat gerak yang spesifik. Pada fase zigot mampu
bereproduksi membentuk spora. Contoh Sporozoa adalah Plasmodiumsp. Jenis
Sporozoa ini dapat mengakibatkan penyakit malaria melalui vektor nyamuk
Anopheles betina.
Plasmodium terdiri atas empat spesies berikut.
1) Plasmodium vivax mengakibatkan penyakit malaria tertiana, masa sporulasinya setiap 2×24 jam.
2) Plasmodium malariae mengakibatkan penyakit malaria kuartana, masa sporulasinya setiap 3×24 jam.
3) Plasmodium ovale mengakibatkan penyakit malaria dengan gejala mirip malaria tertiana, masa sporulasinya setiap 48 jam.
4) Plasmodium falcifarum mengakibatkan penyakit malaria tropika, masa sporulasinya antara 1–3 × 24 jam.Plasmodium bereproduksi secara metagenesis atau mengalami pergiliran keturunan. Proses metagenesis ini terbagi dalam dua fase berikut.
4.
Jelaskan
patologi & gejala klinis Trichomonas vaginalis
Trichomonas vaginalis yang ditularkan
dalam jumlah cukup ke dalam vagina dapat berkembang biak, jika flora bakteri,
pH, dan keadaan fisiologis vagina seksual. Setelah berkembang biak cukup
banyak, parasit menyebabkan degenerasi dan deskuamasi sel epitel vagina.
Keadaan ini disusul oleh serangan leukosit sehingga sekitar vagina terdapat
banyak leukosit serta parasit bercampur dengan sel-sel epitel. Sekret vagina
mengalir keluar dari vagina dan menimbulkan gejala flour albus atau keputihan.
Setelah melewati stadium akut, gejala berkurang, dan dapat reda sendiri.
Pada pemeriksaan in speculo, tampak
kelainan berupa vaginitis, dinding vagina dan porsio tampak meradang dan pada
infeksi berat tampak pula perdarahan kecil. Fluor tampak berkumpul di belakang
porsio, encer atau sedikit kental pada infeksi campur, berwarna putih
kekuning-kuningan atau putih kelabu dan berbusa banyak. Fluor yang berbentuk
bergantung pada beratnya infeksi dan stadium penyakit. Selain gejala fluor
albus yang merupakan keluhan utama penderita, pruritus vagina atau vulva dan
disuria(rasa pedih ketika berkemih) merupakan keluhan tambahan. Infeksi dapat
menjalar dan menyebabkan uretritis. Kadang-kadang infeksi terjadi tanpa gejala,
atau dapat pula menyebabkan uretritis, prostatitis, dan prostatovisikulitis.
5.
Sebutkan
jenis penyakit & vektor pada Flagellata darah
a. Trypanosoma
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis – jenis Trypanosoma antara lain adalah:
Hewan ini bercirikan bentuk tubuh yang pipih dan panjang seperti daun , merupakan parasit dalam darah vertebrata , dan tidak membentuk kista.
Jenis – jenis Trypanosoma antara lain adalah:
a. Trypanosome
lewisi hidup pada tikus , perantaranya adalah lalat tse-tse
b. Trypanosoma
evansi , penyebab penyakit sura (malas ) pada ternak; hospes perantaranya
adalah lalat tse – tse.
c. Trypanosoma
gambiense dan T. rhodesiensis hewan penyebab penyakit tidur pada manusia
manusia.
d. Trypanosoma
cruzi, penyebab penyakit cagas (anemia pada anak kecil)
b. Leishmania
Merupakan
penyebab penyakit pada sel-sel endothelium pembuluh darah.
Jenis-jenis
Leismania adalah :
a.
Leishmania donovani, penyebab penyakit kalazar yang ditandai dengan demam dan
anemia, hewan ini banyak terdapat di Mesir , sekitar laut tengah , dan india.
b.
Leishmania tropica, penyebab penyakit kulit , disebut penyakit oriental sore,
terdapat di Asia (daerah mediterania) dan sebagian Amerika selatan. Ada dua
tipe “oriental sore” yang disebabkan oleh strain yang berlainan, yaitu : (1)
Leishmania kulit tipe kering atau urban yang menyebabkan penyakit menahun. (2)
Leishmania kulit tipe basah atau rural yang menyebabkan penyakit akut.
c.
Leishmania brasiliensis, juga penyebab penyakit kulit di Meksiko
dan AmerikaTengah serta Selatan.
6. Daur hidup Plasmodium ada dua,
yaitu:
(a) Fase di dalam tubuh nyamuk (fase sporogoni)
Di dalam tubuh nyamuk ini terlihat Plasmodium
melakukan reproduksi secara seksual. Pada tubuh nyamuk, spora berubah menjadi
makrogamet dan mikrogamet, kemudian bersatu dan membentuk zigot yang menembus
dinding usus nyamuk. Di dalam dinding usus tersebut zigot akan berubah menjadi
ookinet ookista sporozoit, kemudian bergerak menuju kelenjar liur nyamuk.
Sporozoit ini akan menghasilkan spora seksual yang akan masuk dalam tubuh
manusia melalui gigitan nyamuk.
(b) Fase di dalam tubuh manusia (fase skizogoni)
Setelah tubuh manusia terkena gigitan nyamuk
malaria, sporozoit masuk dalam darah manusia dan menuju ke sel-sel hati. Di
dalam hati ini sporozoit akan membelah dan membentuk merozoit, akibatnya
sel-sel hati banyak yang rusak. Selanjutnya, merozoit akan menyerang atau
menginfeksi eritrosit. Di dalam eritrosit, merozoit akan membelah diri dan
menghasilkan lebih banyak merozoit. Dengan demikian, ia akan menyerang atau
menginfeksi pada eritrosit lainnya yang menyebabkan eritrosit menjadi rusak,
pecah, dan mengeluarkan merozoit baru. Pada saat inilah dikeluarkan racun dari
dalam tubuh manusia sehingga menyebabkan tubuh manusia menjadi demam. Merozoit
ini dapat juga membentuk gametosit apabila terisap oleh nyamuk (pada saat
menggigit) sehingga siklusnya akan terulang lagi dalam tubuh nyamuk, demikian
seterusnya.
7.
Gejala awal pada dewasa :
·
Demam panas dingin, menggigil.
·
Nyeri otot
·
Lesu dan lemas
·
Muntah
Gejala awal pada anak-anak :
·
Pernapasan dangkal dan cepat
·
Batuk
·
Demam yang disertai kejang
Penyakit malaria plasmodium
falciparum akut.
Gejala awal pada anak-anak :
·
Koma, kejang-kejang, kejang otot yang menyebabkan
tubuh melengkung.
·
Gagal ginjal, dan jumlah urin yang sangat sedikit
(kurang dari 400ml per hari)
·
Cairan pada paru-paru
·
Pernapasan dangkal, dan kekurangan oksigen.
Komplikasi lanjutan pada orang
dewasa :
·
Kencing darah
·
Demam tinggi (lebih dari 40 derajat celcius)
·
Kejang
·
Syok
·
Pendarahan
·
Koma
Gejala awal pada anak-anak :
·
Gula dalam darah sangat rendah
·
Kejang-kejang menyebabkan tubuh melengkung ke belakang
·
Koma
·
Lubang hidung membesar
·
Pendarahan
8.
a. CARA PENULARAN
Manusia dapat terinfeksi oleh T. gondii dengan berbagai cara yaitu makan
daging mentah atau kurang masak yang mengandung kista T. gondii, ternakan atau
tertelan bentuk ookista dari kotoran kucing, misalnya bersama buah-buahan dan
sayur-sayuran yang terkontaminasi. Juga mungkin terinfeksi melalui
transplantasi organ tubuh dari donor penderita toksoplasmosis laten kepada
resipien yang belum pernah terinfeksi T. gondii. Kecelakaan laboratorium dapat
terjadi melalui jarum suntik dan alat laboratoriurn lain yang terkontaminasi
oleh T. Gondii serta infeksi kongenital yang terjadi intra uterin melalui
plasenta.
Setelah terjadi infeksi T. gondii ke dalam tubuh akan terjadi proses yang
terdiri dari tiga tahap yaitu parasitemia, dimana parasit menyerang organ dan
jaringan serta memperbanyak diri dan menghancurkan sel-sel inang. Perbanyakan
diri ini paling nyata terjadi pada jaringan retikuloendotelial dan otak, di
mana parasit mempunyai afinitas paling besar. Pembentukan antibodi merupakan
tahap kedua setelah terjadinya infeksi. Tahap ketiga rnerupakan rase kronik,
terbentuk kista-kista yang menyebar di jaringan otot dan syaraf, yang sifatnya
menetap tanpa menimbulkan peradangan lokal.
b. Pada
pria, infeksi akut toxoplasma dapat menyebabkan pembengkakan
kelenjar getah bening. Bila berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan
kemandulan. Infeksi akut toxoplasma menyebabkan peradangan pada saluran sperma.
Radang yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penyempitan bahkan
tertutupnya saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul, karena
sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur.
Pada
wanita, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus-menerus dapat
menginfeksi saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel
telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke
rahim untuk dibuahi oleh sperma.
Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista toxoplasma dapat berada di otak janin yang menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma,
Yang paling berbahaya adalah akibat toxoplasma terhadap Janin/fetus. Kista toxoplasma dapat berada di otak janin yang menyebabkan cacat dan berbagai macam gangguan syaraf seperti gangguan syaraf mata (buta, dll). Akibat lainnya adalah janin dengan ukuran kepala yang besar dan berisi cairan (hidrocephalus). Namun perlu diingat, penyebab hidrocephalus (ukuran kepala yang besar dan berisi cairan) ada banyak sekali, salah satunya adalah toxoplasma,
Read
more: http://wawashahab.blogspot.com/2012/01/cara-penularan-toxoplasma-pada-manusia.html#ixzz33OVE6a90


Comments
Post a Comment