iklan 2

Transfusi darah menurut pandangan berbagai agama

BAB II
PEMBAHASAN


A.     Pengertian Transfusi darah

Transfusi darah adalah proses mentransfer darah atau darah berbasis produk dari satu orang ke dalam sistem peredaran darah orang lain. Transfusi darah dapat menyelamatkan jiwa dalam beberapa situasi, seperti kehilangan darah besar karena trauma, atau dapat digunakan untuk menggantikan darah yang hilang selama operasi.

Transfusi darah juga dapat digunakan untuk mengobati anemia berat atau trombositopenia yang disebabkan oleh penyakit darah. Orang yang menderita hemofilia atau penyakit sel sabit mungkin memerlukan transfusi darah sering. Awal transfusi darah secara keseluruhan digunakan, tapi praktek medis modern umumnya hanya menggunakan komponen darah.

Pindah tuang
  • Memindahkan sejumlah cairan (dalam jumlah yang cukup besar) ke dalam pembuluh darah balik
  • Tranfusi darah : memindahkan cairan (darah) dari seorang donor kepada seorang akseptor (resipien)
B.     Macam-Macam Transfusi darah

a. Transfusi sel darah merah

Istilah “transfusi darah” seringkali diartikan secara luas oleh dokter jika yang dimaksudkan mereka adalah transfusi sel darah merah. Keluhan terhadap kelemahan linguistik ini adalah bahwa darah seringkali ditransfusikan tanpa perhatian yang cukup pada kebutuhan spesifik penderita atau terhadap kemungkinan efek membahayakan dari transfusi.

b. Transfusi trombosit dan granulosit

Transfusi trombosit dan granulosit diperlukan bagi penderita trombositopenia yang mengancam jiwa, dan neutropenia yang di sebabkan karena gagal sumsum tulang. Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama tergantung pada sumber mereka: 

1. 'Transfusi homolog, atau transfusi darah yang disimpan menggunakan orang lain. Ini sering disebut ''Allogeneic bukan homolog.
2. ''Autologus transfusi”, atau transfusi menggunakan darah pasien sendiri disimpan.



C.      Cara Transfusi darah

Donor unit darah harus disimpan dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan memperlambat metabolisme sel. Transfusi harus dimulai dalam 30 menit setelah unit telah diambil keluar dari penyimpanan dikendalikan.

Sebelum darah diberikan, rincian pribadi pasien dicocokkan dengan darah untuk ditransfusikan, untuk meminimalkan risiko reaksi transfusi. Kesalahan administrasi merupakan sumber signifikan dari reaksi transfusi dan upaya telah dilakukan untuk membangun redundansi ke dalam proses pencocokan yang terjadi di samping tempat tidur.

Sebuah unit (hingga 500 ml) biasanya diberikan selama 4 jam. Pada pasien dengan risiko gagal jantung kongestif, banyak dokter mengelola diuretik untuk mencegah overload cairan, suatu kondisi yang disebut Transfusi Overload Peredaran Darah Terkait atau taco. Acetaminophen dan / atau antihistamin seperti diphenhydramine kadang-kadang diberikan sebelum transfusi untuk mencegah jenis lain reaksi transfusi.

Darah ini paling sering disumbangkan sebagai seluruh darah dengan memasukkan kateter ke dalam vena dan mengumpulkan dalam kantong plastik (dicampur dengan antikoagulan) melalui gravitasi. Darah yang dikumpulkan ini kemudian dipisahkan menjadi komponen-komponen untuk membuat penggunaan terbaik dari itu. Selain dari sel darah merah, plasma, dan trombosit, produk darah yang dihasilkan komponen juga termasuk protein albumin, faktor pembekuan konsentrat, kriopresipitat, berkonsentrasi fibrinogen, dan imunoglobulin (antibodi). Sel darah merah, plasma dan trombosit juga dapat disumbangkan individu melalui proses yang lebih kompleks yang disebut apheresis.

Di negara maju, sumbangan biasanya anonim kepada penerima, namun produk dalam bank darah selalu individual dapat dilacak melalui siklus seluruh donasi, pengujian, pemisahan menjadi komponen-komponen, penyimpanan, dan administrasi kepada penerima. Hal ini memungkinkan pengelolaan dan penyelidikan atas penularan penyakit transfusi diduga terkait atau reaksi transfusi. Di negara berkembang donor kadang-kadang khusus direkrut oleh atau untuk penerima, biasanya anggota keluarga, dan pemberian segera sebelum transfusi.


D.    Risiko kepada penerima

Ada risiko yang terkait dengan menerima transfusi darah, dan ini harus seimbang terhadap manfaat yang diharapkan. Reaksi samping yang paling umum untuk transfusi darah adalah''non-hemolitik demam reaksi transfusi'', yang terdiri dari demam yang menyelesaikan sendiri dan tidak menyebabkan masalah abadi atau efek samping.
Reaksi hemolitik termasuk menggigil, sakit kepala, sakit punggung, dispnea, sianosis, nyeri dada, takikardi dan hipotensi. Produk darah jarang dapat terkontaminasi dengan bakteri, risiko infeksi bakteri parah dan sepsis diperkirakan, pada 2002, sekitar 1 dalam 50.000 transfusi trombosit, dan 1 dalam 500.000 transfusi sel darah merah. 

E.     Transfusi Darah dalam Pandangan Agama

1.      Sudut Pandang Agama Islam
Fatwa MUI perihal Donor telah menuangkan keputusannya dalam fatwa Nomor : 6 Tahun 1956 tertanggal 2 Oktober Darah dan Transfusi Darah Para Alim Ulama Indonesia yang meninjau soal Transfusi Darah dan Ilmu Kedokteran dan Hukum Agama Islam, 1956 dari Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’ Depkes RI, telah memutuskan sbb :
·         Bahwa yang diharamkan mengenai darah dalam Al – Qur’an adalah memakan dan meminumnya yaitu memasukkan melalui kerongkongan.
·         Alim Ulama berpendapat bahwa haramnya darah adalah beralasan karena darah itu najis.
       Dari penelitian Ilmu Kedokteran sekarang ini, ternyata bahwa :
Ø  Darah yang dikeluarkan dengan suntikan pemindahan darah sesudah diperiksa dari segi dan dipilih sangat bermanfaat untuk jadi obat.
Ø  Diantara penyakit ada yang tidak dapat diobati kecuali dengan satu – satunya jalan yaitu dengan menambahkan darah yang sehat dan cocok kepada darah si sakit yaitu penyakit kekurangan darah (Anemia), luka parah karena kecelakaan, operasi besar dst.
Ø  Memasukkan darah dengan suntikan pemindahan darah, tidaklah sama dengan memasukkannya dengan jalan memakan dan meminumnya baik salurannya maupun akibat atau hasilnya.
                         Berobat dengan darah boleh hukumnya karena tidak ada nash yang shahih dari  Al–Qur’an dan Hadist mengenai : Haramnya darah buat jadi obat, najisnya darah, dan larangan berobat dengan najis.
  • Karena darah itu ada manfaatnya bahkan ada kalanya orang berobat dengan darah dengan jalan memindahkan darah yang sehat dan cocok maka tetaplah pengobatan dengan pemindahan darah (transfusi) itu boleh hukumnya.
  • Dalam keadaan darurat yang tidak ada obat lagi kecuali darah sehingga si sakit hanya dapat diselamatkan jiwanya dengan pemindahan darah maka pengobatan dengan darah itu tidak saja boleh bahkan wajib hukumnya.
  • Darah hukumnya haram apabila diminum dan atau najis. Apabila dapat diambil manfaat yang halal menurut hukum syara’ tidak untuk dimakan / diminum, umpamanya untuk penambah darah orang yang menderita penyakit kurang darah (jadi obat) boleh dihibahkan (diberikan dengan cuma – cuma) atau diberikan dengan penggantian kerugian.
Banyak ulama terdahulu yang berfatwa melarang pengobatan dengan darah dengan alasan darah itu najis sehingga haram dimasukkan ke dalam tubuh, ditambah hadits yang mengatakan bahwa Allah tidaklah meletakkan kesembuhan umatku dalam hal yang haram. Akan tetapi menimbang bahwa manfaat donor darah adalah suatu yang terbukti ditambah dokter yang menangani pasien yang membutuhkan tambahan darah tidaklah bersentuhan langsung dengan darah, para ulama generasi selanjutnya menganjurkan donor darah. Mereka membolehkan dengan alasan ‘darurat’ atau dengan alasan bahwa pengobatan dengan donor darah adalah cara pengobatan yang bermanfaat dengan sesuatu yang belum jelas keharamannya” [Al Fatawa Asy Syar’iyyah fi Al Masail Ath Thibbiyyah juz 2 hal 23].
           
                  Ayat dan Hadist Nabi yang menekankan pentingnya Upaya Penyembuhan suatu Penyakit
Ø  Surat Al Maidah Ayat 2 : “ dan bertolong – tolonglah kamu dalam kebajikan dan ketaqwaan dan jangan bertolong – menolong dalam berbuat dosa dan bermusuhan “
Ø  Surat Al ‘Isro Ayat 82 : “Dan Kami turunkan dari Al – Qur’an suatu yang menjadi obat dan rohmat bagi orang – orang mukmin”.
Ø  Surat Al Baqoroh Ayat 195 : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan”.



Hadist Nabi Muhammad SAW :
Ø  HR Ahmad, Ashabussunan, Al Hakim dan Ibnu Majjah :
“Berobatlah hai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak memberi kecuali Dia memberi obatnya selain satu penyakit yaitu penyakit tua”.
Ø   HR Muslim :
   “Setiap penyakit ada obatnya dan apabila seseorang tertimpa penyakit dan mendapat obat maka dengan izin Allah akan sembuh”.

       Balasan Allah Terhadap Kebaikan  Para  Pendonor  Darah
                 Pendonor sebagai pemberi pertolongan kepada orang lain dijanjikan kemuliaan dan kebaikan dari Allah berdasarkan hadist – hadist Nabi Muhammad SAW sbb :
Ø  HR Bukhari dari Ibnu Umar : ‘’Barang Siapa melepaskan seorang muslim dari suatu kesukaran maka Allah SWT akan melepaskan pula dari suatu kesukaran di hari kiamat.’’
Ø  HR Al Isbahany dari Ibnu Umar : ’’Manusia yang paling disukai oleh Allah SWT ialah manusia yng paling bermanfaat bagi manusia ‘’.
Ø  HR Abu Hurairah  : ‘’Sesungguhnya Allah akan menolong hambanya selama hamba itu menolong saudaranya ‘’.

2.      Sudut Pandang Agama Katolik
Menurut Ajaran agama Katolik ,menjadi donor darah pada dasarnya diperbolehkan. Agama Katolik justru mengizinkan dan menganjurkan agar umatnya menjadi Donor Darah.
       Sebagamana yang diajarkan oleh ajaran Yesus Kristus,sbb :
Ø  ‘’Kasihanilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri ‘’.
Ø  ‘’Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaramu yang paling hina,kamu telah melakukanya untuk Aku’’(Mt.25 .40)
Ø  ‘’Yang menabur sedikit akan menuai sedikit,yang menabur banyak akan menuai banyak’’(II Kor . 9.6)
                Mencermati ajaran Yesus tersebut di atas, jelaslah bahwa umat kristus dituntut untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Berdonor darah menyebabkan jiwa dan rohani menjadi sehat sehingga dapat berfungsi ganda , baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Donor darah menurut ajaran katolik sangat memupuk semangat persaudaraan dan solidaritas kepada mereka yang menderita sakit.

3.        Sudut Pandang Agama Kristen Protestan
                 Al Kitab menyatakan bahwa manusia adalah ciptaan Allah. Di sepanjang sejarah manusia, Tuhan senantiasa memperhatikan kehidupan manusia. Hal ini sejalan dengan beberapa Ajaran Tuhan, sbb :
Ø  Tuhan berfirman kepada Kain  : ‘’Apakah yang telah kau perbuat ini ? Darah adikmu itu berteriak kepada   Ku dari tanah’’.
Ø  Yesus Kristus :’’Inilah darahku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang pengampunan dosa’’  (Mattius 26 : 28).
Ø  Dia bersabda  :’’Barangsiapa memberi yang lapar, memberi minum yang haus, member tumpangan orang  perantauan, memberi pakaian kepada yang tiada berpakaian, mengunjungi yang sakit atau yang ada dalam  penjara, adalah wujud mengasihi Kristus’’.
Ø  Yesus Kristus bersabda : “Inilah perintahKu kepadamu : Kasihanilah seorang akan yang lain’’ (Yohanes 15 : 17).
Ø  Barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku’’(Yohanes 14 : 21)

4.        Sudut Pandang Agama Hindu
                 Setiap orang mendapat kekuatan dari tiga sumber yaitu : harta, ileum pengetahuan dan jasmani / ketiga kekuatan ini harus digunakan dengan baik untuk menolong orang lain. Mendonor darah pada hekekatnya adalah member pertolongan pada orang yang membutuhkannya. Beberapa ajaran, sbb :
Ø  Dalam manua Ckarma. Sastra IV.193 diingatkan dengan tegas bahwa : “Hartawan yang menimbun hartanya yang diperoleh dari masyarakat dinyatakan sebagai tindakan yang biadab”.
Ø  Dalam Bagwat Git VII.II diingatkan sbb : “Balaw Balawataw yang artinya, Aku adalah kekuatan yang perkasa. Oleh karena itu kita wajib mensyukurinya dengan menggunakan kekuatan kita ini untuk menolong yang lemah”.
Ø  Atmaivedam Sarwam (CH. UP. VII.XXII.2), dalam kesadaran Atma kita berkata : “Aku menolong diriku. Aku membenci diriku.Aku melukai diriku”.
Ø  Tat Twam Asi (CH. UP) : “Pengetahuan tentang diri kita sebagai Atma (rokh) mendatangkan kekuatan dalam melayani orang lain”.

                 Warga Hindu tak perlu ragu – ragu untuk mendonorkan darahnya sebab semua kekuatan berasal dari Tuhan. Individu dan masyarakat ibarat ikan dengan air. Masyarakat itu akan terjadi kalau ada jalinan cinta kasih antar individu yang ditandai oleh saling memberi. Alangkah senangnya kita, seandainya menjadi donor darah yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Menurut filsafat Karma Yoga, bantuan yang dijiwai oleh karunia dan materi akan berpahala berlipat ganda.

5.      Sudut Pandang Agama Budha
                 Sang Budha mengajarkan kepada kita bahwamanusia dalam hidupnya harus senantiasa tolong – menolong serta member bantuan kepada yang lemah. Manusia diajak untuk sadar akan dirinya, sadar akan kewajibabbya sebagai makhluk pribadi, sebagai anggota masyarakat,sebagai warga Negara, sabagai makhluk Tuhan untuk mewujudkan kasih suci sebagai Dharma. Dharma adalah kasunyatan. Hakikat kasunyatan adalah Dukkha, mendonorkan darah dibenarkan oleh Sang Budha, sepanjang darah yang didonorkan adalah darah yang sehat.
     Donor darah sesuai dengan ajaran Budha. Hal tersebut didasarkan atas ajaran sbb :
Ø  Menurut Sang Budhayang pantas dilakukan ialah : “Sabda papasa akaranang, kussalassa Upasampada,   Sacita Pariyodapanang, tang Budhana Sasanang” yang artinya Jangan berbuat kejahatan, perbanyaklah  perbuatan baik, sucikan hati dan pikiranmu.
Ø  Dalam Ayat Dhammapada Ayat 149 : 21, Sang Budha bersabda tentang kesadaran : “Appamado amatanni  padam. Pamado maccuno padam, Apanattaha niyanti, Yapasatta yatamatha”, yang artinya kesadaran adalah jalan menuju kehidupan, ketidaksadaran adalah jalan menuju kematian.
     Jadi mendonorkan darah termasuk awal pencapaian pembebasan penderitaan manusia di dalam menerapkan sifat – sifat Boddhisatwa, untuk kesejahteraan manusia tanpa pandang bulu.

F.      Transfusi Darah dalam Perspektif Kesehatan

a.       Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan Tubuh:
1.      Pada saat tes kesehatan sebelum donor, dokter akan memastikan secara keseluruhan apakah anda saat itu bisa donor atau tidak. Untuk itu sebagai calon pendonor/standby donor, mau enggak mau jaga kesehatan terus menerus. Ini #ManfaatDonor
2.      Untuk pendonor reguler, tiap 3 bulan sekali dicek kesehatannya secara gratis, minimal tahu kadar HB, tekanan darah dsb. Jadi tahu kondisi sendiri.
3.      Untuk pendonor apheresis karena harus terus menerus standby mau tidak jadi jaga kesehatan lebih ketat.
4.      Jika terinfeksi HIV atau darah donor reaktif & tdk lolos screening PMI akan kirim surat pemberitahuan.
5.      Dengan donor anda bisa mengurangi resiko sakit jantung.
6.      Setelah donor dibutuhkan 4-8minggu untuk mengganti sel darah yang hilang proses ini malah bagus untuk tubuh.
7.      Dengan donor sudah dipastikan tweeps menolong orang lain.
8.      Satu langkah kecil beberapa menit saja & melawan ketakutan mendonor bisa jadi akan memperpanjang hidup seseorang hingga bertahun-tahun sesudahnya.
9.      Satu kantong darah yang didonorkan bisa digunakan utuk menyelamatkan 3 orang.
10.  Dengan kesadaran mendonor & kesediaan mendonor, maka kita mengurangi ketakutan menipisnya persediaan darah saat dibutuhkan.
11.  Dengan kesadaran & kesediaan donor & menjadi standby donor, maka bersama-sama kita menciptakan masyarakat yang lebih baik.
12.  Dengan mendonor anda tidak hanya menyelamatkan seseorang tapi juga telah membuat keluarga, sahabat dan orang terkasih di belakang penerima donor lega dan bisa tersenyum.
 setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak hanya dapat memberikan Simbiosis mutualisme. Itulah yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab kesempatan hidup bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:
1.      Menjaga kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko penyakit jantung.
2.      Meningkatkan produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah baru.
3.      Membantu penurunan berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita ramping.
4.      Mendapatkan kesehatan psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan merasakan tetap berenergi dan bugar.
5.      Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.
Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor darah!
c.       Berdonor Darah Bisa Menyehatkan Tubuh
Banyak orang yang berniat mendonorkan darah. Salah satu membantu korban bencana atau pasien dengan penyakit tertentu melalui donor darah. Dengan donor darah, pendonor telah membantu dan menyelamatkan mereka yang membutuhkan bantuan darah.
Namun langkah untuk melakukan donor darah terhenti karena muncul sejumlah kekhawatiran. Padahal kekhawatiran tersebut belum tentu benar dan sebatas mitos. Ter­nyata mitos-mitos yang menghalangi sejumlah orang ingin menyumbangkan darah mereka masih berkembang di masyarakat.
Untuk memastikan bahwa kekha­watiran itu tidak bijak jika hanya di­dasarkan pendapat yang berkembang di tengah masyarakat. Banyak pendapat yang me­ngatakan mendonorkan darah bisa menjadi gemuk. Menurut dr Endang Peddyawati SpGK dari RS Persahabatan Jakarta, pendapat itu tidak benar.
Kegemukan terutama disebabkan jumlah kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. "Jadi, tidak ada kaitannya dengan donor darah," ujar Endang.
Setelah mendonorkan darah memang pen­donor biasanya diberi semangkuk bu­bur kacang hijau, telur rebus, dan se­gelas susu. Para pendonor sangat disarankan untuk makan minimal empat jam setelah berdonor. Tapi tujuannya utamanya agar tubuh pendonor bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah.
Pendapat lain yang kerap muncul di tengah masyarakat adalah donor bisa membuat badan terasa lemas. Endang mengatakan proses donor darah sebenarnya hanya mengambil 250cc hingga 500 cc darah.
Jadi jumlah tersebut tidak akan ber­pengaruh banyak karena tubuh kita me­miliki persediaan darah hingga 5.000 cc. Memang tubuh terasa lemas jika pendonor tidak langsung makan setelah berdonor.
Apakah betul kalau perempuan sebaiknya tidak mendonorkan darahnya? Kalangan dokter jelas membantah pendapat tersebut. Yang pasti, men­donorkan darah bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi yang paling penting mereka berbadan dan memenuhi syarat kesehatan.
Memang wanita yang tengah hamil, menyusui, dan menstruasi tidak dianjurkan mendonorkan darah. Pasalnya perempuan hamil, secara fisiologis kadar hemoglobin dalam darah akan menurun karena ada penambahan volume darah. Begitu pula perempuan yang sedang menstruasi.

Beri Keuntungan
Sebaliknya, donor darah justru mem­beri keuntungan bagi kesehatan tubuh. Tak pelak lagi, artis Olivia Zalianty hampir melakukan donor darah tiga bulan sekali. Rutinitas donor darah yang dilakukannya terbukti bukan sekadar membantu se­sama yang membutuhkan. Tapi sisi lain yang menguntungkan dari donor darah adalah menyehatkan tubuh.
"Donor darah itu intinya untuk ke­se­hatan dan tentunya untuk membantu sesama. Soalnya, darah itu kan memang nggak bisa digantikan kayak barang yang hanya tinggal beli di toko,” kata Olivia kepada para wartawan.
“Harusnya tren anak muda itu bukan lagi tanya, 'pin lo berapa? Tapi harusnya 'berapa kali lo sudah donor?' Karena donor itu aman kok, karena sebelumnya kan memang harus diperiksa dulu," ujar adik artis Marcella Zalianty.
Kebanyakan orang memang enggan untuk melakukan donor darah karena takut jarum suntik. Olive menganggap hal itu wajar. Tapi artis cantik ini menawarkan tip agar tidak khawatir disuntik.
"Kalau melihat jarum pasti akan takut, jadi sebaiknya jangan dilihat saja. Pokoknya donor itu harus jadi lifestyle untuk anak muda sekarang," ujarnya.
Apa yang dikatakan Olivia tidak salah. Pakar kesehatan pun telah mengungkapan soal keuntungan mendonorkan darah bagi kesehatan tubuh pendonor. Faktanya donor darah dapat menjaga kesehatan sistem peredaran darah dalam tubuh dengan mengurangi penumpukkan zat besi. Namun efek tersebut mungkin tidak berlaku pada mereka yang berusia lanjut.
Penelitian terkait donor darah yang dihubungan dengan kesehatan tubuh telah dilakukan para pakar dari Veteran Affairs Medical Center dan Dartmouth Me­dical School. Pada penelitian yang berlangsung selama enam tahun. Pe­ne­litian melibatkan 1.277 perempuan dan pria berusia antara 43 sampai 87 tahun.
Tak hanya itu, mereka juga menderita penyakit arteri perifer. Suatu penyakit yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tungkai akibat menyempitnya pembuluh darah arteri
.                       Kemudian dalam rentang waktu enam bulan, secara acak dilakukan pe­ngambilan darah pada beberapa partisipan untuk memicu penurunan kadar zat besi, sedangkan pada sekelompok partisipan lainnya tidak dilakukan. Secara keseluruhan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok tersebut dalam hal kematian, serangan jantung, atau penyakit lain.
Namun, ketika dilakukan analisa ter­hadap hasil pada pasien yang lebih muda saja, yaitu mereka yang berusia 43 sampai 60 tahun, tim peneliti menemukan bahwa lebih sedikit serangan jantung non-fatal, stroke, dan kematian yang terjadi pada kelompok yang menjalani reduksi zat besi.
Dr. Leo Zacharski juga menulis penelitian tersebut. Dia mengatakan hasil penelitian memang menunjukkan bahwa reduksi kadar zat besi dapat menurunkan kematian, serangan jantung non fatal, atau stroke secara keseluruhan,
“Namun dapat mendukung teori bahwa kesehatan pembuluh darah dapat dijaga dengan cara mempertahankan kadar zat besi yang rendah sejak usia yang lebih muda," jelasnya.
Zacharski menegaskan untuk me­ning­katkan kesehatan pembuluh darah dengan cara yang aman dan murah tak lain bisa melalui donor darah. Namun orang tidak disarankan untuk melakukan donor darah hanya dengan tujuan untuk menurunkan kadar zat besi.
"Kami mencurigai bahwa efek toksik kadar besi yang berlebihan menjadi permanen pada usia lebih lanjut. Namun manfaat reduksi zat besi hanya dapat diperoleh bila dimulai pada usia yang lebih muda dan dilakukan secara berkesinambungan," pparnya.
Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of the American Medical Associa­tion tersebut menunjukkan bah­wa kadar zat besi yang berlebihan dalam darah dianggap dapat memicu kerusakan akibat radikal bebas pada arteri, terutama pada penyakit jantung stadium awal.
BAB III
PENUTUP
A.                Kesimpulan
Transfusi Darah adalah proses penyaluran darah atau produk berbasisdarah dari satu orang ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darahberhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah dalam jumlahbesar disebabkantrauma, operasi, syok dan tidak berfungsiny organ pembentuk sel darah merah. Melakukan transfusi darah hukumnya diperbolehkan,denganmemperhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adanya bank darah untuk persediaan hukumnya boleh.Pemberiaan transfusi darah antaragama juga diperbolehkan.
B.                 Saran
Bagi anda yang ingin melakukan transfusi darah baik sebagai donorataupun resepien harus mengikuti syarat yang telah ditentukan.Baik menurutagama atau medis,hal ini perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan




DAFTAR PUSTAKA

file:///C:/Users/Public/Documents/KEPERAWATAN%201C/AGAMA/Transfusi%20Darah%20Menurut%20Pandangan%20Islam%20%20%20Aneka%20Ragam%20Makalah.htm
http://taxblood.blogspot.com/2013/05/donor-darah-dalam-pandangan-agama.html











Comments

Activities