Transfusi darah menurut pandangan berbagai agama
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Transfusi darah
Transfusi darah adalah proses mentransfer darah atau darah berbasis produk
dari satu orang ke dalam sistem peredaran darah orang lain. Transfusi darah
dapat menyelamatkan jiwa dalam beberapa situasi, seperti kehilangan darah besar
karena trauma, atau dapat digunakan untuk menggantikan darah yang hilang selama
operasi.
Transfusi darah juga dapat digunakan untuk mengobati anemia berat atau
trombositopenia yang disebabkan oleh penyakit darah. Orang yang menderita
hemofilia atau penyakit sel sabit mungkin memerlukan transfusi darah sering.
Awal transfusi darah secara keseluruhan digunakan, tapi praktek medis modern
umumnya hanya menggunakan komponen darah.
Pindah tuang
- Memindahkan sejumlah cairan (dalam jumlah yang
cukup besar) ke dalam pembuluh darah balik
- Tranfusi darah : memindahkan cairan (darah) dari
seorang donor kepada seorang akseptor (resipien)
B. Macam-Macam
Transfusi darah
a. Transfusi sel darah merah
Istilah “transfusi darah” seringkali diartikan secara luas oleh dokter jika
yang dimaksudkan mereka adalah transfusi sel darah merah. Keluhan terhadap
kelemahan linguistik ini adalah bahwa darah seringkali ditransfusikan tanpa
perhatian yang cukup pada kebutuhan spesifik penderita atau terhadap
kemungkinan efek membahayakan dari transfusi.
b. Transfusi trombosit dan
granulosit
Transfusi trombosit dan granulosit diperlukan bagi penderita
trombositopenia yang mengancam jiwa, dan neutropenia yang di sebabkan karena
gagal sumsum tulang. Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis
utama tergantung pada sumber mereka:
1.
'Transfusi homolog, atau transfusi darah yang disimpan menggunakan orang lain.
Ini sering disebut ''Allogeneic bukan homolog.
2.
''Autologus transfusi”, atau transfusi menggunakan darah pasien sendiri
disimpan.
C. Cara Transfusi darah
Donor unit darah harus disimpan dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan
bakteri dan memperlambat metabolisme sel. Transfusi harus dimulai dalam 30
menit setelah unit telah diambil keluar dari penyimpanan dikendalikan.
Sebelum darah diberikan, rincian pribadi pasien dicocokkan dengan darah
untuk ditransfusikan, untuk meminimalkan risiko reaksi transfusi. Kesalahan
administrasi merupakan sumber signifikan dari reaksi transfusi dan upaya telah
dilakukan untuk membangun redundansi ke dalam proses pencocokan yang terjadi di
samping tempat tidur.
Sebuah unit (hingga 500 ml) biasanya diberikan selama 4 jam. Pada pasien
dengan risiko gagal jantung kongestif, banyak dokter mengelola diuretik untuk
mencegah overload cairan, suatu kondisi yang disebut Transfusi Overload
Peredaran Darah Terkait atau taco. Acetaminophen dan / atau antihistamin
seperti diphenhydramine kadang-kadang diberikan sebelum transfusi untuk
mencegah jenis lain reaksi transfusi.
Darah ini paling sering disumbangkan sebagai seluruh darah dengan
memasukkan kateter ke dalam vena dan mengumpulkan dalam kantong plastik
(dicampur dengan antikoagulan) melalui gravitasi. Darah yang dikumpulkan ini
kemudian dipisahkan menjadi komponen-komponen untuk membuat penggunaan terbaik
dari itu. Selain dari sel darah merah, plasma, dan trombosit, produk darah yang
dihasilkan komponen juga termasuk protein albumin, faktor pembekuan konsentrat,
kriopresipitat, berkonsentrasi fibrinogen, dan imunoglobulin (antibodi). Sel
darah merah, plasma dan trombosit juga dapat disumbangkan individu melalui
proses yang lebih kompleks yang disebut apheresis.
Di negara maju, sumbangan biasanya anonim kepada penerima, namun produk
dalam bank darah selalu individual dapat dilacak melalui siklus seluruh donasi,
pengujian, pemisahan menjadi komponen-komponen, penyimpanan, dan administrasi
kepada penerima. Hal ini memungkinkan pengelolaan dan penyelidikan atas
penularan penyakit transfusi diduga terkait atau reaksi transfusi. Di negara
berkembang donor kadang-kadang khusus direkrut oleh atau untuk penerima,
biasanya anggota keluarga, dan pemberian segera sebelum transfusi.
D. Risiko
kepada penerima
Ada risiko yang terkait dengan menerima transfusi darah, dan ini harus
seimbang terhadap manfaat yang diharapkan. Reaksi samping yang paling umum
untuk transfusi darah adalah''non-hemolitik demam reaksi transfusi'', yang
terdiri dari demam yang menyelesaikan sendiri dan tidak menyebabkan masalah
abadi atau efek samping.
Reaksi hemolitik termasuk menggigil, sakit kepala, sakit punggung, dispnea,
sianosis, nyeri dada, takikardi dan hipotensi. Produk darah jarang dapat
terkontaminasi dengan bakteri, risiko infeksi bakteri parah dan sepsis
diperkirakan, pada 2002, sekitar 1 dalam 50.000 transfusi trombosit, dan 1
dalam 500.000 transfusi sel darah merah.
E.
Transfusi Darah dalam Pandangan Agama
1.
Sudut Pandang Agama Islam
Fatwa MUI perihal Donor telah
menuangkan keputusannya dalam fatwa Nomor : 6 Tahun 1956 tertanggal 2 Oktober Darah dan Transfusi Darah Para
Alim Ulama Indonesia yang meninjau soal Transfusi Darah dan Ilmu Kedokteran dan
Hukum Agama Islam, 1956 dari Majelis Pertimbangan Kesehatan dan Syara’ Depkes
RI, telah memutuskan sbb :
·
Bahwa yang diharamkan mengenai darah dalam Al – Qur’an
adalah memakan dan meminumnya yaitu memasukkan melalui kerongkongan.
·
Alim Ulama berpendapat bahwa haramnya darah adalah
beralasan karena darah itu najis.
Dari penelitian Ilmu Kedokteran sekarang
ini, ternyata bahwa :
Ø Darah yang
dikeluarkan dengan suntikan pemindahan darah sesudah diperiksa dari segi dan dipilih
sangat bermanfaat untuk jadi obat.
Ø Diantara
penyakit ada yang tidak dapat diobati kecuali dengan satu – satunya jalan yaitu
dengan menambahkan darah yang sehat dan cocok kepada darah si sakit yaitu
penyakit kekurangan darah (Anemia), luka parah karena kecelakaan, operasi besar
dst.
Ø Memasukkan
darah dengan suntikan pemindahan darah, tidaklah sama dengan memasukkannya
dengan jalan memakan dan meminumnya baik salurannya maupun akibat atau
hasilnya.
Berobat dengan darah boleh hukumnya
karena tidak ada nash yang shahih dari
Al–Qur’an dan Hadist mengenai : Haramnya darah buat jadi obat, najisnya
darah, dan larangan berobat dengan najis.
- Karena darah itu ada manfaatnya bahkan ada
kalanya orang berobat dengan darah dengan jalan memindahkan darah yang
sehat dan cocok maka tetaplah pengobatan dengan pemindahan darah
(transfusi) itu boleh hukumnya.
- Dalam keadaan darurat yang tidak ada obat lagi
kecuali darah sehingga si sakit hanya dapat diselamatkan jiwanya dengan
pemindahan darah maka pengobatan dengan darah itu tidak saja boleh bahkan
wajib hukumnya.
- Darah hukumnya haram apabila diminum dan atau
najis. Apabila dapat diambil manfaat yang halal menurut hukum syara’ tidak
untuk dimakan / diminum, umpamanya untuk penambah darah orang yang
menderita penyakit kurang darah (jadi obat) boleh dihibahkan (diberikan
dengan cuma – cuma) atau diberikan dengan penggantian kerugian.
Banyak
ulama terdahulu yang berfatwa melarang pengobatan dengan darah dengan alasan
darah itu najis sehingga haram dimasukkan ke dalam tubuh, ditambah hadits yang
mengatakan bahwa Allah tidaklah meletakkan kesembuhan umatku dalam hal yang
haram. Akan tetapi menimbang bahwa manfaat donor darah adalah suatu yang
terbukti ditambah dokter yang menangani pasien yang membutuhkan tambahan darah
tidaklah bersentuhan langsung dengan darah, para ulama generasi selanjutnya
menganjurkan donor darah. Mereka membolehkan dengan alasan ‘darurat’ atau
dengan alasan bahwa pengobatan dengan donor darah adalah cara pengobatan yang
bermanfaat dengan sesuatu yang belum jelas keharamannya” [Al Fatawa Asy
Syar’iyyah fi Al Masail Ath Thibbiyyah juz 2 hal 23].
Ayat
dan Hadist Nabi yang menekankan pentingnya Upaya Penyembuhan suatu Penyakit
Ø Surat Al
Maidah Ayat 2 : “ dan bertolong – tolonglah kamu dalam kebajikan dan ketaqwaan
dan jangan bertolong – menolong dalam berbuat dosa dan bermusuhan “
Ø Surat Al
‘Isro Ayat 82 : “Dan Kami turunkan dari Al – Qur’an suatu yang menjadi obat dan
rohmat bagi orang – orang mukmin”.
Ø Surat Al
Baqoroh Ayat 195 : “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan”.
Hadist Nabi Muhammad SAW :
Ø HR Ahmad,
Ashabussunan, Al Hakim dan Ibnu Majjah :
“Berobatlah hai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak
memberi kecuali Dia memberi obatnya selain satu penyakit yaitu penyakit tua”.
Ø HR Muslim :
“Setiap
penyakit ada obatnya dan apabila seseorang tertimpa penyakit dan mendapat obat
maka dengan izin Allah akan sembuh”.
Balasan
Allah Terhadap Kebaikan Para Pendonor Darah
Pendonor sebagai
pemberi pertolongan kepada orang lain dijanjikan kemuliaan dan kebaikan dari
Allah berdasarkan hadist – hadist Nabi Muhammad SAW sbb :
Ø HR Bukhari
dari Ibnu Umar : ‘’Barang Siapa melepaskan seorang muslim dari suatu kesukaran
maka Allah SWT akan melepaskan pula dari suatu kesukaran di hari kiamat.’’
Ø HR Al
Isbahany dari Ibnu Umar : ’’Manusia yang paling disukai oleh Allah SWT ialah
manusia yng paling bermanfaat bagi manusia ‘’.
Ø HR Abu
Hurairah : ‘’Sesungguhnya Allah akan menolong hambanya selama hamba itu
menolong saudaranya ‘’.
2.
Sudut Pandang Agama Katolik
Menurut Ajaran agama Katolik ,menjadi donor darah pada dasarnya
diperbolehkan. Agama Katolik justru mengizinkan dan menganjurkan agar umatnya
menjadi Donor Darah.
Sebagamana
yang diajarkan oleh ajaran Yesus Kristus,sbb :
Ø ‘’Kasihanilah
sesamamu manusia seperti dirimu sendiri ‘’.
Ø ‘’Sesungguhnya
segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaramu yang paling
hina,kamu telah melakukanya untuk Aku’’(Mt.25 .40)
Ø ‘’Yang
menabur sedikit akan menuai sedikit,yang menabur banyak akan menuai banyak’’(II
Kor . 9.6)
Mencermati ajaran Yesus tersebut
di atas, jelaslah bahwa umat kristus dituntut untuk membantu orang lain yang
membutuhkan. Berdonor darah menyebabkan jiwa dan rohani menjadi sehat sehingga
dapat berfungsi ganda , baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Donor darah
menurut ajaran katolik sangat memupuk semangat persaudaraan dan solidaritas
kepada mereka yang menderita sakit.
3.
Sudut Pandang Agama Kristen Protestan
Al Kitab menyatakan
bahwa manusia adalah ciptaan Allah. Di sepanjang sejarah manusia, Tuhan
senantiasa memperhatikan kehidupan manusia. Hal ini sejalan dengan beberapa
Ajaran Tuhan, sbb :
Ø Tuhan
berfirman kepada Kain : ‘’Apakah yang telah kau perbuat ini ? Darah
adikmu itu berteriak kepada Ku dari tanah’’.
Ø Yesus
Kristus :’’Inilah darahku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang
pengampunan dosa’’ (Mattius 26 : 28).
Ø Dia
bersabda :’’Barangsiapa memberi yang lapar, memberi minum yang haus,
member tumpangan orang perantauan, memberi pakaian kepada yang tiada
berpakaian, mengunjungi yang sakit atau yang ada dalam penjara, adalah
wujud mengasihi Kristus’’.
Ø Yesus
Kristus bersabda : “Inilah perintahKu kepadamu : Kasihanilah seorang akan yang
lain’’ (Yohanes 15 : 17).
Ø Barang siapa
memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku’’(Yohanes 14 :
21)
4.
Sudut Pandang Agama Hindu
Setiap orang mendapat
kekuatan dari tiga sumber yaitu : harta, ileum pengetahuan dan jasmani / ketiga
kekuatan ini harus digunakan dengan baik untuk menolong orang lain. Mendonor
darah pada hekekatnya adalah member pertolongan pada orang yang membutuhkannya.
Beberapa ajaran, sbb :
Ø Dalam manua
Ckarma. Sastra IV.193 diingatkan dengan tegas bahwa : “Hartawan yang menimbun
hartanya yang diperoleh dari masyarakat dinyatakan sebagai tindakan yang
biadab”.
Ø Dalam Bagwat
Git VII.II diingatkan sbb : “Balaw Balawataw yang artinya, Aku adalah kekuatan
yang perkasa. Oleh karena itu kita wajib mensyukurinya dengan menggunakan
kekuatan kita ini untuk menolong yang lemah”.
Ø Atmaivedam
Sarwam (CH. UP. VII.XXII.2), dalam kesadaran Atma kita berkata : “Aku menolong
diriku. Aku membenci diriku.Aku melukai diriku”.
Ø Tat Twam Asi
(CH. UP) : “Pengetahuan tentang diri kita sebagai Atma (rokh) mendatangkan
kekuatan dalam melayani orang lain”.
Warga Hindu tak perlu
ragu – ragu untuk mendonorkan darahnya sebab semua kekuatan berasal dari Tuhan.
Individu dan masyarakat ibarat ikan dengan air. Masyarakat itu akan terjadi
kalau ada jalinan cinta kasih antar individu yang ditandai oleh saling memberi.
Alangkah senangnya kita, seandainya menjadi donor darah yang dapat
menyelamatkan nyawa orang lain. Menurut filsafat Karma Yoga, bantuan yang
dijiwai oleh karunia dan materi akan berpahala berlipat ganda.
5.
Sudut Pandang Agama Budha
Sang Budha mengajarkan
kepada kita bahwamanusia dalam hidupnya harus senantiasa tolong – menolong
serta member bantuan kepada yang lemah. Manusia diajak untuk sadar akan
dirinya, sadar akan kewajibabbya sebagai makhluk pribadi, sebagai anggota
masyarakat,sebagai warga Negara, sabagai makhluk Tuhan untuk mewujudkan kasih
suci sebagai Dharma. Dharma adalah kasunyatan. Hakikat kasunyatan adalah
Dukkha, mendonorkan darah dibenarkan oleh Sang Budha, sepanjang darah yang
didonorkan adalah darah yang sehat.
Donor darah sesuai dengan ajaran
Budha. Hal tersebut didasarkan atas ajaran sbb :
Ø Menurut Sang
Budhayang pantas dilakukan ialah : “Sabda papasa akaranang, kussalassa
Upasampada, Sacita Pariyodapanang, tang Budhana Sasanang” yang
artinya Jangan berbuat kejahatan, perbanyaklah perbuatan baik, sucikan
hati dan pikiranmu.
Ø Dalam Ayat
Dhammapada Ayat 149 : 21, Sang Budha bersabda tentang kesadaran : “Appamado
amatanni padam. Pamado maccuno padam, Apanattaha niyanti, Yapasatta
yatamatha”, yang artinya kesadaran adalah jalan menuju kehidupan,
ketidaksadaran adalah jalan menuju kematian.
Jadi mendonorkan darah termasuk
awal pencapaian pembebasan penderitaan manusia di dalam menerapkan sifat –
sifat Boddhisatwa, untuk kesejahteraan manusia tanpa pandang bulu.
F. Transfusi
Darah dalam Perspektif Kesehatan
a. Manfaat Donor Darah bagi Kesehatan
Tubuh:
1. Pada saat tes kesehatan sebelum
donor, dokter akan memastikan secara keseluruhan apakah anda saat itu bisa
donor atau tidak. Untuk itu sebagai calon pendonor/standby donor, mau enggak
mau jaga kesehatan terus menerus. Ini #ManfaatDonor
2. Untuk pendonor reguler, tiap 3 bulan
sekali dicek kesehatannya secara gratis, minimal tahu kadar HB, tekanan darah
dsb. Jadi tahu kondisi sendiri.
3. Untuk pendonor apheresis karena
harus terus menerus standby mau tidak jadi jaga kesehatan lebih ketat.
4. Jika terinfeksi HIV atau darah donor
reaktif & tdk lolos screening PMI akan kirim surat pemberitahuan.
5. Dengan donor anda bisa mengurangi
resiko sakit jantung.
6. Setelah donor dibutuhkan 4-8minggu
untuk mengganti sel darah yang hilang proses ini malah bagus untuk tubuh.
7. Dengan donor sudah dipastikan tweeps
menolong orang lain.
8. Satu langkah kecil beberapa menit
saja & melawan ketakutan mendonor bisa jadi akan memperpanjang hidup
seseorang hingga bertahun-tahun sesudahnya.
9. Satu kantong darah yang didonorkan
bisa digunakan utuk menyelamatkan 3 orang.
10. Dengan kesadaran mendonor &
kesediaan mendonor, maka kita mengurangi ketakutan menipisnya persediaan darah
saat dibutuhkan.
11. Dengan kesadaran & kesediaan
donor & menjadi standby donor, maka bersama-sama kita menciptakan
masyarakat yang lebih baik.
12. Dengan mendonor anda tidak hanya
menyelamatkan seseorang tapi juga telah membuat keluarga, sahabat dan orang
terkasih di belakang penerima donor lega dan bisa tersenyum.
setiap tetes darah yang kita sumbangkan tidak
hanya dapat memberikan Simbiosis mutualisme. Itulah
yang akan kita rasakan jika kita melakukan donor darah, sebab kesempatan hidup
bagi yang menerima tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi pendonornya.
Anggapan yang menyatakan mendonorkan darah bisa membuat
kita menjadi lemas adalah salah. Saat kita mendonorkan darah, maka tubuh akan
bereaksi langsung dengan membuat penggantinya. Jadi, kita tidak akan mengalami
kekurangan darah. Selain membuat tubuh memproduksi darah-darah baru, ada lima manfaat kesehatan lain yang bisa kita rasakan:
1.
Menjaga
kesehatan jantung
Tingginya kadar zat besi dalam darah akan membuat
seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit jantung. Zat besi yang
berlebihan di dalam darah bisa menyebabkan oksidasi kolesterol. Produk oksidasi
tersebut akan menumpuk pada dinding arteri dan ini
sama dengan memperbesar peluang terkena serangan jantung dan stroke. Saat kita rutin mendonorkan darah maka jumlah zat
besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan risiko
penyakit jantung.
2.
Meningkatkan
produksi sel darah merah
Donor darah juga akan membantu tubuh mengurangi jumlah
sel darah merah dalam darah. Tak perlu panik dengan
berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera mengisi
ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, sebagai pendonor kita akan
mendapatkan pasokan darah baru setiap kali kita mendonorkan darah. Oleh karena
itu, donor darah menjadi langkah yang baik untuk menstimulasi pembuatan darah
baru.
3.
Membantu penurunan
berat tubuh
Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Sebab dengan
memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori
kira-kira 650. Itu adalah jumlah kalori yang banyak untuk membuat pinggang kita
ramping.
4.
Mendapatkan kesehatan
psikologis
Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada
yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis. Sebuah
penelitian menemukan, orang usia lanjut yang rutin menjadi pendonor darah akan
merasakan tetap berenergi dan bugar.
5.
Mendeteksi penyakit serius
Setiap kali kita ingin
mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa dari
berbagai macam penyakit seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, sifilis, dan
malaria. Bagi yang menerima donor darah, ini adalah informasi penting untuk
mengantisipasi penularan penyakit melalui transfusi darah. Sedangkan untuk
kita, ini adalah “rambu peringatan” yang baik agar kita lebih perhatian
terhadap kondisi kesehatan kita sendiri.
Setelah menginjak usia 18 tahun, cobalah untuk membiasakan diri mendonorkan
darah setiap tiga bulan sekali. Tidak hanya akan memberikan perasaan yang
senang karena dapat membantu sesama, namun bermanfaat positif bagi kesehatan
tubuh kita sendiri. Dan usia maksimal untuk melakukan kebiasaan baik ini adalah
hingga berusia 60 tahun. Jadi jangan tunggu lama lagi, ayo… saatnya donor
darah!
c.
Berdonor Darah Bisa
Menyehatkan Tubuh
Banyak orang yang berniat
mendonorkan darah. Salah satu membantu korban bencana atau pasien dengan
penyakit tertentu melalui donor darah. Dengan donor darah, pendonor telah
membantu dan menyelamatkan mereka yang membutuhkan bantuan darah.
Namun langkah untuk melakukan donor
darah terhenti karena muncul sejumlah kekhawatiran. Padahal kekhawatiran
tersebut belum tentu benar dan sebatas mitos. Ternyata mitos-mitos yang
menghalangi sejumlah orang ingin menyumbangkan darah mereka masih berkembang di
masyarakat.
Untuk memastikan bahwa kekhawatiran
itu tidak bijak jika hanya didasarkan pendapat yang berkembang di tengah
masyarakat. Banyak pendapat yang mengatakan mendonorkan darah bisa menjadi
gemuk. Menurut dr Endang Peddyawati SpGK dari RS Persahabatan Jakarta, pendapat
itu tidak benar.
Kegemukan terutama disebabkan jumlah
kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan. "Jadi, tidak ada
kaitannya dengan donor darah," ujar Endang.
Setelah mendonorkan darah memang pendonor biasanya diberi semangkuk bubur kacang hijau, telur rebus, dan segelas susu. Para pendonor sangat disarankan untuk makan minimal empat jam setelah berdonor. Tapi tujuannya utamanya agar tubuh pendonor bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah.
Setelah mendonorkan darah memang pendonor biasanya diberi semangkuk bubur kacang hijau, telur rebus, dan segelas susu. Para pendonor sangat disarankan untuk makan minimal empat jam setelah berdonor. Tapi tujuannya utamanya agar tubuh pendonor bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan volume darah.
Pendapat lain yang kerap muncul di
tengah masyarakat adalah donor bisa membuat badan terasa lemas. Endang
mengatakan proses donor darah sebenarnya hanya mengambil 250cc hingga 500 cc
darah.
Jadi jumlah tersebut tidak akan berpengaruh
banyak karena tubuh kita memiliki persediaan darah hingga 5.000 cc. Memang
tubuh terasa lemas jika pendonor tidak langsung makan setelah berdonor.
Apakah betul kalau perempuan sebaiknya tidak mendonorkan darahnya? Kalangan dokter jelas membantah pendapat tersebut. Yang pasti, mendonorkan darah bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi yang paling penting mereka berbadan dan memenuhi syarat kesehatan.
Apakah betul kalau perempuan sebaiknya tidak mendonorkan darahnya? Kalangan dokter jelas membantah pendapat tersebut. Yang pasti, mendonorkan darah bisa dilakukan baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi yang paling penting mereka berbadan dan memenuhi syarat kesehatan.
Memang wanita yang tengah hamil,
menyusui, dan menstruasi tidak dianjurkan mendonorkan darah. Pasalnya perempuan
hamil, secara fisiologis kadar hemoglobin dalam darah akan menurun karena ada
penambahan volume darah. Begitu pula perempuan yang sedang menstruasi.
Beri Keuntungan
Beri Keuntungan
Sebaliknya, donor darah justru memberi
keuntungan bagi kesehatan tubuh. Tak pelak lagi, artis Olivia Zalianty hampir
melakukan donor darah tiga bulan sekali. Rutinitas donor darah yang
dilakukannya terbukti bukan sekadar membantu sesama yang membutuhkan. Tapi
sisi lain yang menguntungkan dari donor darah adalah menyehatkan tubuh.
"Donor darah itu intinya untuk
kesehatan dan tentunya untuk membantu sesama. Soalnya, darah itu kan memang
nggak bisa digantikan kayak barang yang hanya tinggal beli di toko,” kata
Olivia kepada para wartawan.
“Harusnya tren anak muda itu bukan
lagi tanya, 'pin lo berapa? Tapi harusnya 'berapa kali lo sudah donor?' Karena
donor itu aman kok, karena sebelumnya kan memang harus diperiksa dulu,"
ujar adik artis Marcella Zalianty.
Kebanyakan orang memang enggan untuk
melakukan donor darah karena takut jarum suntik. Olive menganggap hal itu
wajar. Tapi artis cantik ini menawarkan tip agar tidak khawatir disuntik.
"Kalau melihat jarum pasti akan takut, jadi sebaiknya jangan dilihat saja. Pokoknya donor itu harus jadi lifestyle untuk anak muda sekarang," ujarnya.
"Kalau melihat jarum pasti akan takut, jadi sebaiknya jangan dilihat saja. Pokoknya donor itu harus jadi lifestyle untuk anak muda sekarang," ujarnya.
Apa yang dikatakan Olivia tidak
salah. Pakar kesehatan pun telah mengungkapan soal keuntungan mendonorkan darah
bagi kesehatan tubuh pendonor. Faktanya donor darah dapat menjaga kesehatan
sistem peredaran darah dalam tubuh dengan mengurangi penumpukkan zat besi.
Namun efek tersebut mungkin tidak berlaku pada mereka yang berusia lanjut.
Penelitian terkait donor darah yang
dihubungan dengan kesehatan tubuh telah dilakukan para pakar dari Veteran
Affairs Medical Center dan Dartmouth Medical School. Pada penelitian yang
berlangsung selama enam tahun. Penelitian melibatkan 1.277 perempuan dan pria
berusia antara 43 sampai 87 tahun.
Tak hanya itu, mereka juga menderita
penyakit arteri perifer. Suatu penyakit yang menyebabkan berkurangnya aliran
darah ke tungkai akibat menyempitnya pembuluh darah arteri
. Kemudian
dalam rentang waktu enam bulan, secara acak dilakukan pengambilan darah pada
beberapa partisipan untuk memicu penurunan kadar zat besi, sedangkan pada
sekelompok partisipan lainnya tidak dilakukan. Secara keseluruhan tidak ditemukan
perbedaan yang bermakna pada kedua kelompok tersebut dalam hal kematian,
serangan jantung, atau penyakit lain.
Namun, ketika dilakukan analisa terhadap
hasil pada pasien yang lebih muda saja, yaitu mereka yang berusia 43 sampai 60
tahun, tim peneliti menemukan bahwa lebih sedikit serangan jantung non-fatal,
stroke, dan kematian yang terjadi pada kelompok yang menjalani reduksi zat
besi.
Dr. Leo Zacharski juga menulis penelitian tersebut. Dia mengatakan hasil penelitian memang menunjukkan bahwa reduksi kadar zat besi dapat menurunkan kematian, serangan jantung non fatal, atau stroke secara keseluruhan,
Dr. Leo Zacharski juga menulis penelitian tersebut. Dia mengatakan hasil penelitian memang menunjukkan bahwa reduksi kadar zat besi dapat menurunkan kematian, serangan jantung non fatal, atau stroke secara keseluruhan,
“Namun dapat mendukung teori bahwa
kesehatan pembuluh darah dapat dijaga dengan cara mempertahankan kadar zat besi
yang rendah sejak usia yang lebih muda," jelasnya.
Zacharski menegaskan untuk meningkatkan kesehatan pembuluh darah dengan cara yang aman dan murah tak lain bisa melalui donor darah. Namun orang tidak disarankan untuk melakukan donor darah hanya dengan tujuan untuk menurunkan kadar zat besi.
Zacharski menegaskan untuk meningkatkan kesehatan pembuluh darah dengan cara yang aman dan murah tak lain bisa melalui donor darah. Namun orang tidak disarankan untuk melakukan donor darah hanya dengan tujuan untuk menurunkan kadar zat besi.
"Kami mencurigai bahwa efek
toksik kadar besi yang berlebihan menjadi permanen pada usia lebih lanjut.
Namun manfaat reduksi zat besi hanya dapat diperoleh bila dimulai pada usia
yang lebih muda dan dilakukan secara berkesinambungan," pparnya.
Hasil penelitian yang dimuat dalam
Journal of the American Medical Association tersebut menunjukkan bahwa kadar
zat besi yang berlebihan dalam darah dianggap dapat memicu kerusakan akibat
radikal bebas pada arteri, terutama pada penyakit jantung stadium awal.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Transfusi
Darah adalah proses penyaluran darah atau produk berbasisdarah dari satu orang
ke sistem peredaran orang lainnya. Transfusi darahberhubungan dengan kondisi
medis seperti kehilangan darah dalam jumlahbesar
disebabkantrauma, operasi, syok dan tidak berfungsiny organ pembentuk
sel darah merah. Melakukan transfusi darah hukumnya
diperbolehkan,denganmemperhatikan beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adanya
bank darah untuk persediaan hukumnya boleh.Pemberiaan
transfusi darah antaragama juga diperbolehkan.
B.
Saran
Bagi anda
yang ingin melakukan transfusi darah baik sebagai donorataupun resepien harus
mengikuti syarat yang telah ditentukan.Baik menurutagama atau medis,hal ini
perlu diperhatikan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan
DAFTAR
PUSTAKA
file:///C:/Users/Public/Documents/KEPERAWATAN%201C/AGAMA/Transfusi%20Darah%20Menurut%20Pandangan%20Islam%20%20%20Aneka%20Ragam%20Makalah.htm
http://taxblood.blogspot.com/2013/05/donor-darah-dalam-pandangan-agama.html

Comments
Post a Comment