Sikap terhadap Kematian
SIKAP TERHADAP KEMATIAN
Perawat dituntut untuk bertanggung jawab dalam setiap
tindakannya khususnya selama melaksanakan tugas di rumah sakit, puskesmas,
panti, klinik atau masyarakat. Meskipun tidakdalam rangka tugas atau tidak
sedang meklaksanakan dinas, perawat dituntut untuk bertangungjawab dalam
tugas-tugas yang melekat dalam diri perawat. Perawat memiliki peran dan
fungsiyang sudah disepakati. Perawat sudah berjanji dengan sumpah perawat bahwa
ia akan senantiasamelaksanakan tugas-tugasnya.Contoh bentuk tanggung jawab
perawat selama dinas; mengenal kondisi kliennya,melakukan operan, memberikan
perawatan selama jam dinas, tanggung jawab dalammendokumentasikan,
bertanggungjawab dalam menjaga keselamatan klien, jumlah klien yangsesuai
dengan catatan dan pengawasannya, kadang-kadang ada klien pulang paksa atau
pulangtanpa pemberitahuan, bertanggung jawab bila ada klien tiba-tiba tensinya
drop tanpa sepengetahuan perawat.
Tanggung jawab perawat erat kaitanya dengan
tugas-tugas perawat. Tugas perawat secara
umum adalah memenuhi kebutuhan dasar. Peran penting perawat adalah
memberikan pelayananperawatan (care) atau memberikan perawatan (caring).
Tugas perawat bukan untuk mengobati(cure). Dalam pelaksanaan tugas di
lapangan adakalanya perawat melakukan tugas dari profesi lain seperti dokter,
farmasi, ahli gizi, atau fisioterapi. Untuk tugas-tugas yang bukan tugas
perwatseperti pemberian obat maka tanggung jawab tersebut seringkali dikaitkan
dengan siapa yang
memberikan tugas tersebut atau dengan siapa ia berkolaborasi. Dalam kasus
kesalahan pemberian obat maka perawat harus turut bertanggung-jawab, meskipun
tanggung jawab utama ada pada pemberi tugas atau atasan perawat, dalam istilah
etika dikenal denganRespondeath Superior.Istilah tersebut merujuk pada
tanggung jawab atasan terhadap perilaku salah yang dibuat bawahannya sebagai
akibat dari kesalahan dalam pendelegasian. Sebelum melakukan pendelegasian
seorang pimpinan atau ketua tim yang ditunjuk misalnya dokter harus melihat
pendidikan, skill, loyalitas, pengalaman dan kompetensi perawat agar tidak
melakukan kesalahan dan bisa bertanggung jawab bila salah melaksanakan
pendelegasian.
Dalam pandangan Etika penting sekali memahami tugas
perawat agar mampu memahamitanggung jawabnya. Perawat perlu memahami konsep
kebutuhan dasar manusia. Konsep Kebutuhan dasar yang paling terkenal salah
satunya menurut Maslow sebagai berikut :
etika keperawatan perawat memilki tanggung jawab (responsibility)
terhadap-tugas tugasnya terutama keharusan memandang manusia sebagai mahluk yang
utuh dan unik. Utuh artinya memiliki kebutuhan dasar yang kompleks dan saling
berkaitan antara kebutuhan satu dengan lainnya, unik artinya setiap individu
bersipat khas dan tidak bisa disamakan dengan
individu lainnya sehingga memerlukan pendekatan
khusus kasus per kasus, karena klien memiliki riwayat kelahiran, riwayat masa
anak, pendidikan, hobby, pola asuh, lingkungan, pengalaman
traumatik, dan cita-cita yang berbeda. Kemampuan perawat memahami riwayat hidup
klien yang berbeda-beda dikenal dengan Ability to know Life span
History dan kemampuan perawat dalam memandang individu dalam rentang
yang panjang dan berlainan dikenal dengan Holistic.
Role
play aplikasi komunikasi terapeutik pada pasien penyakit terminal
Nama-nama pemeran
Ahmad ilham wahyudi : Dokter
Dinda elmiyanti : Perawat senior
Fradila hidayah : Keluarga pasien (Ibu)
Indah sari : Keluarga pasien (Adek)
Moh. aminullah : Pasien
Nur fajri aprelia : Perawat junior
Rensi ekawati : Keluarga pasien (Tante I)
Sofiatul hasanah : Keluarga pasien (Tante II)
Setting 1
Di ruang keperawatan terdapat sebuah meja dan dua buah kursi dengan tumpukan buku di atas meja. Diruang tersebut terdapat seorang perawat senior berusia 45 tahun sedang menulis dibuku catatan keperawatan, kemudian seorang perawat praktek dengan name take yang berwarna merah datang dengan wajah lugunya sesaat keduanya bercakap-cakap.
Perawat junior : Assalamu’alaikum.... (Tersenyum kearah perawat senior)
Perawat senior : Wa’alaikumsalam. (Dengan suara ketus) Dek, kamu lagi ada tugas?
Perawat junior : Kebetulan tidak ada mbak.
Perawat senior : Kalau begitu sekarang kamu masuk ke ruang ICU, disana ada pasien yang harus diberi obat karena jadwalnya dia di injeksi obat.
Perawat junior : Iya mbak. (Sambil ngangguk)
Perawat senior : Bisa dek? (Ketus) Sekalian belajar (Mengangkat alis)
Perawat junior : Iya mbak. (Mengangguk)
Perawat senior : Kamu tahu, dimana mengambil peralatan?
Perawat junior : Iya mbak saya tahu.
Perawat senior : Kamu lihat dulu status pasien di ruang keperawatan.(Jari telunjuk menunjukkan disebuah lemari) Dan ingat jangan sampai keliru, paham kamu!
Perawat junior : Paham mbak.
Perawat senior : Berani dek.
Perawat junior : Iya mbak.
Perawat senior : Ya, sudah cepat sekarang!
Perawat junior : Ya, mbak permisi.
Perawat senior : Iya.
Dengan wajah mengkerut perawat junior pergi meninggalkan perawat seniornya dan mulai mempersiapkan peralatan, kemudian menuju ruang ICU.
Setting 2.
Diruangan ICU terdapat sederet tempat tidur dengan salah satunya berbaring pasien yang bernama amin dengan diagnosa medis gagar otak stadium IV. Terlihat Ibu Dila sesekali mengusap dadanya seperti berdo’a untuk kesembuhan anaknya dari luar ruangan sedangkan adek Indah terus memandangi kakak yang terbaring ditempat tidur.
Perawat junior : Selamat pagi bu, dek! (Tersenyum kearah ibu pasien)
Ibu + Adek : Selamat pagi, mbak! (Tersenyum kearah perawat)
Perawat junior : Begini saya disini ingin memberi obat kepada dek amin, tapi melalui injeksi sekalian mau dilakukan pemeriksaan.
Adek : Injeksi apa itu mbak? Terus obatnya rasa apa?
Ibu : Sudah-sudah jangan tanyak lagi, mbaknya mau memeriksa mas mu!
Perawat junior : Injeksi itu disuntik, dek. (Sambil tersenyum). Saya permisi bu, dek!
Ibu +Adek : Iya mbak, silahkan.
Kemudian masuklah perawat junior ke ruang ICU dengan peralatan yang dia bawa dengan bersikap ramah terhadap pasien. Sesekali pasien hanya mengeluarkan suara Heegg-Heeg berulang- ulang seperti mendengkur ketika dilakukan injeksi obat dan pemeriksaan tanda-tanda vital.
Perawat junior : Selamat pagi, dek amin!
Perawat junior : Saya suster fajri. Saya akan meberikan obat melalui injeksi, insaallah obat ini dapat membuat adek lebih baik.
Perawat junior : Permisi ya dek.!
Perawat junior : Alhamdulillah, sudah selesai.! Sekarang suster mau memeriksa adek.
Setelah dilakukannya pemeriksaan, perawat junior menjadi panik, karena alhasil kondisi pasien lambat laun semakin lemah. Secepat mungkin perawat junior menghubungi perawat senior di ruang keperawatan, berharap ada bantuan untuk pasien ini.
Perawat junior : Mbaaak...mbaak (Tergesa-gesa menuju ruang keperawatan)
Perawat senior : Ada apa?
Perawat junior : Mbak, pasien atas nama amin kondisinya semakin memburuk. Gimana ini mbak.?
Perawat senior : Yang bener kamu. Sudah saya hubungi dokter ilham.
Berselang tiga menit dari laporan perawat junior ke perawat senior dan dari perawat senior ke dokter ilham, ketiganya pun sudah berada di ruang ICU melakukan pertolongan, sekiranya pasien atas nama amien dapat diselamatkan.
Dokter : Tolong alat pemacu jantung dan peralatan lainnya disiapkan.
Perawat senior : Iya dok, sudah siap.
Dokter : Bismillahirrahmannirrahim. Kita coba sekali lagi.
Setelah dilakukan tindakan kepada pasien. Dokter hanya bisa menggelengkan kepala dan menyatakan pasien tidak dapat tertolong.
Dokter : (Menggelengkan kepala).
Perawat junior : Bagaimana dok?
Dokter : Innalillahi wa innalillahi rojhi’un. Pasien ini tidak dapat diselamatkan nyawanya.
Perawat junior : Terus bagaimana selanjutnya, dok?
Dokter : Segera kabari keluarga pasien, dan semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tegar.
Perawat junior : Baik dok.
Perawat junior pergi keluar bersama perawat senior menemui keluarga pasien yang pada saat itu ibu pasien menangis khawatir putranya tidak dapat tertolong, dengan ditemani anaknya yang bernama indah.
Perawat j + s : (Keluar dari ruangan)
Ibu : Bagaimana sus keadaan anak saya? (Tersengah-sengah seraya sambil menangis)
Perawat senior : Maaf ibu, kami dan semua tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan anak ibu, tetapi tidak berhasil.
Anak dari keluarga pasien terkejut kemudian pingsan pada saat itu juga sang perawat junior merangkulnya. Pada saat bersamaan tante pasien yang bernama tante rensi dan tante sofi datang menjenguk. Keluarga mereka yang baru datang ikut bersedih akan kejadian ini, sesaat mereka berbagi duka dan dukungan.
Tante rensi : Astagfirullah dah.! (Terkejut)
Tante sofi : Kamu kenapa nak? (Sambil meneteskan air mata)
Perawat junior : Biar saya bawa dek indah, ke tempat duduk sebelah sana, bu?
Tante rensi : Mbak yu, apa yang terjadi?
Ibu : (Hanya mengerang mengeluh sakit ditinggal anak pertamanya)
Perawat senior : Begini ibu, kami dan tim medis sudah upayakan semaksimal mungkin. Akan tetapi yang maha kuasa sudah berkehendak lain. Sabar ya ibu.
Tante sofi : Ya allah, mbak yu yang besar.!
Tante rensi : Sabar mbak, yu!
Keluarga pasien menangis histeris, sesaat jenazah pasien diantarkan ke ruang mayat oleh perawat junior dan perawat senior.

Comments
Post a Comment